Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Perbedaan Cantengan dengan Paronikia

Perbedaan Cantengan dengan Paronikia

Cantengan adalah kondisi ketika sisi kuku tumbuh ke dalam daging di sekitar kuku. Akibatnya, area sekitar kuku yang bermasalah menjadi nyeri, membengkak, dan kemerahan. Sedangkan paronikia sendiri adalah infeksi kulit yang berkembang di sekitar kuku. Penyebabnya adalah bakteri atau jamur yang ada di bawah kulit 

Penanganan Paronikia, Direndam Air Hangat sampai Antibiotik

Paronikia adalah infeksi pada kulit di sekitar kuku setidaknya pada satu jari tangan atau kaki. Biasanya, kondisi ini berkembang di sekitar tepi kuku di bagian bawah atau samping. Infeksi kulit ini menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman di sekitar kuku. Abses yang mengandung nanah juga bisa terbentuk.

Ada dua jenis paronikia yang bisa terjadi, yaitu akut dan kronis. Paronikia akut bisa terjadi selama berjam-jam atau berhari-hari. Biasanya, infeksi untuk kondisi akut tidak menyebar jauh ke dalam jari. Nah, berbeda dengan paronikia kronis, gejalanya bisa berlangsung selama enam minggu. 

Perkembangannya bisa lambat sampai akhirnya menjadi tahap serius. Pada dasarnya, paronikia dapat terjadi pada semua usia dan mudah diobati. Namun, perlu diketahui pada kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebar ke seluruh jari tangan atau kaki. Jika ini terjadi, seseorang harus menemui dokter.

Perawatan untuk paronikia, tergantung pada tingkat keparahan dan apakah kronis atau akut. Seseorang dengan paronikia akut ringan dapat mencoba merendam jari tangan atau kaki yang terkena dalam air hangat tiga sampai empat kali sehari. Jika gejala tidak kunjung membaik, cari pengobatan lebih lanjut.

Ketika infeksi bakteri menyebabkan paronikia akut, dokter mungkin merekomendasikan antibiotik. Jika infeksi jamur menyebabkan paronikia kronis, dokter akan meresepkan obat antijamur.

Paronikia kronis mungkin memerlukan pengobatan berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Penting untuk menjaga tangan tetap kering dan bersih. Ada kemungkinan dokter perlu mengeluarkan nanah dari abses di sekitarnya. Untuk melakukan ini, dokter akan memberikan anestesi lokal, kemudian membuka lipatan kuku cukup untuk memasukkan kain kasa, yang akan membantu mengeluarkan nanah.

Cantengan sebagai Akibat Pertumbuhan Kuku Tidak Normal

Pertumbuhan kuku yang tidak normal dapat menekan kulit kuku sehingga memicu cantengan. Kalau kamu memotong kuku terlalu pendek atau terlalu ke pinggir, itu bisa memicu cantengan. Menggunakan sepatu terlalu ketat dan mengalami cedera kuku juga bisa menjadi penyebab cantengan.

Penanganan cantengan biasanya dilakukan secara sederhana dengan membersihkan kaki dengan sabun dan merendamnya di air hangat 15-20 menit. Perlu juga untuk menjaga kaki supaya tidak lembap dan gunakan alas kaki yang longgar.

Jika kondisi cantengan tidak dapat diatasi secara pengobatan rumahan, ada baiknya kamu periksakan diri ke dokter. Untuk kondisi yang parah, ada kemungkinan dokter akan mencabut keseluruhan kuku. Setelah pencabutan terjadi, ada baiknya kamu membatasi aktivitas fisik dan pergerakan area yang sakit supaya proses penyembuhan bisa cepat. Merendam dengan air hangat yang sudah diberi garam dapat mempercepat proses penyembuhan. 



Kronologi Syahnaz Adik Raffi Ahmad Diduga Selingkuh dengan Rendy Kjaernett

Kronologi Syahnaz Adik Raffi Ahmad Diduga Selingkuh dengan Rendy Kjaernett

Awalnya, Lady Nayoan mempertanyakan sampai kapan hubungan terlarang antara suaminya dan adik Raffi Ahmad tersebut mau disembunyikan. Lady juga mengaku telah berusaha diam terkait masalah tersebut sejak Juli 2022 silam.

Ia juga menceritakan tentang situasinya saat itu yang tengah mengandung buah hatinya dengan Rendy Kjaernett. Pilunya, di saat itu Lady juga harus bertaruh nyawa karena dinding rahimnya hampir sobek.

"Tapi nggak ada sedikitpun niatan kalian untuk berhenti," tulis Lady Nayoan dalam unggahannya dilihat, Rabu (21/6/2023) dengan kembali membubuhkan akun Instagram Syahnaz dan Rendy Kjaernett.

Istri Rendy meminta jika keduanya benar-benar saling mencintai seharusnya Syahnaz dan Rendy menyelesaikan hubungannya dengan pasangan masing-masing.

"Kalo kalian benar-benar cinta seperti yang kalian bilang bagaikan suami istri, saling menganggap rumah, dan punya cita-cita untuk bersama. Kalian harusnya berani untuk terbuka, beranilah selesaikan hubungan dengan istri dan suami kalian masing-masing dulu," tegasnya.

Selain menulis curahan hatinya di instastory Lady juga mengunggah foto tato wajah di bagian punggung suaminya. Dia mengungkap tato itu adalah wajah Syahnaz.

Lady menyebut tato itu dibuat Rendy sebagai bentuk kemarahannya lantaran Lady melaporkannya atas dugaan KDRT psikis yang dialami pada Januari 2023. Namun, laporan itu dia sudah cabut lantaran sudah ada kesepakatan antara Rendy, Syahnaz, Jeje atau Ritchie Ismail suami Syahnaz, dan juga dirinya.

Lady juga mengupload bukti chat dengan Jeje untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

"Kemudian saya cabut laporan tersebut dengan kesepakatan kalian berhenti berhubungan dan kita akan tanda tangan surat kesepakatan dan berjanji akan menghapus tato tersebut," beber Lady Nayoan.

Dia juga mengunggah chat Syahnaz yang meminta maaf kepadanya, dalam chat itu Syahnaz meminta maaf karena sudah membuat Lady kecewa dengan perilakunya. Syahnaz berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya.

"Aku maafin 11 September kita masih syuting bareng, aku dan suaminya pun jadi cameo di judul itu. Aku maafin karena aku masih percaya kalian masih punya hati, lihat aku lagi hamil dan aku memang nggak mau terlalu perpanjang karena fokus dengan kesehatan kehamilan ku saat itu," kata Lady Nayoan.

Tetapi janji Syahnaz tidak ditepati. Pada Januari 2023 hubungan mereka kembali diketahui oleh Lady Nayoan. Bukti tangkapan layar memperlihatkan chat Syahnaz yang mengaku bingung harus bicara apa lagi dan tidak bisa mempertanggungjawabkan ucapannya juga diunggah Lady di instastory-nya.

"Minta maaf kedua Januari 2023. Mana katanya, 'Aku nggak mau itu terjadi Kak'," sindir Lady dengan emoji tertawa.

Tidak tahan lagi dengan keduanya, Lady Nayoan akhirnya berani membuka bukti dugaan perselingkuhan suaminya dengan Syahnaz. Dia memutuskan membongkar isi chat suaminya dengan Syahnaz yang saling mengirim chat mesra.

"Dan sampai hari ini kalian masih berhubungan. Ini kan chat kalian kemarin sampai hari ini. Mau yang lain??" tulis Lady Nayoan memperlihatkan chat Syahnaz yang mengirimkan Rendy foto lengkap dengan emoji cium dan memanggil Rendy suami.


Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Sedikitnya 16 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah kebakaran besar terjadi di depot penyimpanan bahan bakar milik negara 

Api yang mengamuk menyebabkan orang-orang melarikan diri dengan panik dan mengungsi di daerah pemukiman di sekitar depo yang dikelola oleh perusahaan energi negara Pertamina di Jakarta Utara.

Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara mengatakan 16 orang termasuk dua anak tewas dalam kebakaran itu, yang melukai sedikitnya 50 orang lainnya.

Banyak dari mereka yang tewas dan terluka menderita luka bakar parah setelah kebakaran terjadi, kata kepala departemen Satriadi Gunawan kepada AFP.

Penyebab kebakaran, yang dimulai setelah pukul 20.00 waktu setempat (1300 GMT), belum jelas.

Panglima TNI dan Pertamina mengatakan sedang menyelidiki penyebabnya.

Pertamina fokus menangani kebakaran dan mengevakuasi pekerja dan warga sekitar ke lokasi yang lebih aman.

Pada tahun 2021 kebakaran besar terjadi di kilang Balongan di Jawa Barat, yang juga dimiliki oleh perusahaan minyak negara Pertamina dan salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia.

Api berkobar selama dua hari dan menyebabkan ribuan orang dievakuasi setelah ledakan besar.


Go Live Together, Fitur Terbaru YouTube

Go Live Together, Fitur Terbaru YouTube

YouTube akhirnya merilis fitur Live Together" setelah tahun lalu sempat diujicobakan. Dalam fitur terbaru YouTube ini memungkinkan para kreator konten melakukan siaran langsung (livestream) berdua.
Namun, kreator konten atau pengguna YouTube harus memiliki lebih dari 50 subscriber lebih dulu agar bisa mengundang tamu atau co-host untuk mengadakan livestream bersama dari perangkat seluler iOS dan Android.

Baca artikel CNN Indonesia "Go Live Together, Fitur Terbaru YouTube untuk LivestreamBerdua" selengkapnya di sini:


Testimoni Resign dari Karyawan Bank dan Fokus di Bigo Live

Testimoni Resign dari Karyawan Bank dan Fokus di Bigo Live



Dulu tuh aku kerja jadi karyawan di salah satu di kantor pusat Bank daerah Kedoya saat itu aku juga punya kerjaan sampingan, yaitu jadi host di aplikasi Bigo Live, biasanya pulang kerja tuh langsung live atau kadang sambil kerja di Kantor sambil live juga, sampe sekarang kalo cerita begini jadi kerasa tuh capek nya kaya apa, karena energi aja udah abis di kantor dan di perjalanan yang cukup jauh. 

Karena capek banget aku gak mikri banyak sih untuk ambil keputusan buat resign dari kantor dan fokus kerja di sebagai host Bigo, ya karena gaji di Bigo lebih banyak pastinya. Mama tuh gak setuju aku keluar dari Bank, mama juga pernah marah besar dan nangis saat tau aku kerja di Bigo.. 

Nah terus setelah sebulan main Bigo aku akhirnya gajian, pas sampe rumah aku ajak mama pergi ke agen tour travel buat liat-liat harga Umroh "Yuk ma kita ke travel yuk ma, kita liat-liat harga Umroh" aku bilang,  terus mama papa ku langsung peluk aku dan mereka nangis, mereka tadinya gak percaya tuh. Itu hal paling berkesan banget deh pokoknya. 

Di Bigo tuh nyata dan wow banget! Untuk hal yang udah aku punya saat ini tuh barang-barang yang aku butuhin kaya mobil sendiri sama motor, terus sekarang lagi mau sekolahin adik aku sampai dia lulus nanti, amini.. 


Sumber dari Kompasiana.com
Ditulis oleh:

aiga shesania

Infeksi Omicron: Apa saja gejalanya?

Infeksi Omicron: Apa saja gejalanya?


Karena infeksi varian Omicron dari SARS-CoV-2 — virus yang menyebabkan COVID-19 — terus menyebar ke seluruh dunia, ada laporan bahwa gejalanya, dalam beberapa hal, berbeda dari infeksi varian Delta. Apakah gejalanya benar-benar berbeda? Apa yang harus Anda perhatikan?

Pada 26 November 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan varian baru SARS -CoV-2 yang menjadi perhatian, yang kemudian dikenal sebagai Omikron

Varian tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan otoritas kesehatan karena tampaknya sangat menular dan lebih mungkin untuk menginfeksi ulang

Ada juga beberapa kekhawatiran bahwa Omicron dapat melewati perlindungan yang diberikan oleh vaksin COVID-19 . Pfizer menyatakan bahwa tiga dosis vaksin mRNA-nya mampu menetralkan Omicron dalam eksperimen laboratorium dan bahwa dua dosis masih dapat mencegah penyakit serius setelah infeksi varian ini.

Untuk alasan ini, negara-negara di seluruh dunia telah mengambil berbagai tindakan dan tindakan pencegahan untuk mengurangi penyebaran Omicron di antara populasi mereka.

Namun demikian, di dalam dunia yang terus bergerak, mustahil untuk menghentikan penyebarannya sama sekali. Beberapa alasan untuk optimis mungkin karena berbagai laporan menunjukkan bahwa infeksi dengan varian ini cenderung menyebabkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan varian SARS-CoV-2 sebelumnya, seperti Delta.

Tapi bagaimana seseorang bisa tahu jika mereka memiliki infeksi Omicron? Apakah gejalanya sama dengan gejala infeksi varian sebelumnya?


Gejala apa yang disebabkan oleh Omicron?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencantumkan kemungkinan gejala infeksi SARS-CoV-2 tanpa menentukan varian. Ini adalah:

  • demam atau kedinginan
  • batuk
  • sesak napas atau kesulitan bernapas
  • kelelahan
  • nyeri otot atau tubuh
  • sakit kepala
  • kehilangan rasa atau bau baru
  • sakit tenggorokan
  • hidung tersumbat atau pilek
  • mual atau muntah
  • diare
Namun, CDC mencatat daftar ini tidak lengkap, dan orang mungkin mengalami gejala atau kombinasi gejala yang berbeda. Selain itu, laporan anekdot di media sosial dan platform lain mengklaim bahwa kombinasi gejala yang lebih spesifik menjadi ciri infeksi Omicron.

Zoe COVID Study — dilakukan oleh para peneliti dari perusahaan ilmu kesehatan ZOE dan King's College London di Inggris — menggunakan data dari lebih dari 4.000.000 peserta.

Analisis studi baru-baru ini bertujuan untuk menentukan apakah ada perbedaan antara gejala paling umum dari infeksi varian Delta dan gejala paling umum dari infeksi Omicron.

Mereka membandingkan gejala yang dilaporkan melalui aplikasi Zoe COVID Study oleh peserta Inggris yang dites positif COVID-19 pada Oktober 2021, ketika Delta dominan di Inggris, dengan mereka yang dites positif pada Desember 2021 ketika Omicron menjadi varian dominan.

Analisis awal menunjukkan bahwa gejala yang paling sering dilaporkan pada kedua bulan tersebut sebagian besar sama: pilek, sakit kepala, kelelahan, bersin, dan sakit tenggorokan.

Temuan menunjukkan tidak ada perbedaan kuat dalam gejala yang paling sering dialami yang kemungkinan disebabkan oleh dua varian SARS-CoV-2.

Namun, menurut data yang dilaporkan sendiri ini, para ilmuwan ZOE juga mencatat bahwa kehilangan penciuman dan perasa tampaknya kurang umum di antara orang-orang yang baru-baru ini dites positif COVID-19.

Apakah itu mempengaruhi paru-paru?


Medical News Today berbicara dengan Dr. David M. Cutler , dokter keluarga di Saint John's Physician Partners di Santa Monica, CA, untuk mengetahui lebih lanjut tentang saran dokter mengenai gejala infeksi Omicron.

Dr Cutler menegaskan bahwa gejala bervariasi dan mungkin tidak menonjol dengan cara tertentu, dibandingkan dengan tanda-tanda infeksi dengan varian sebelumnya.

“Variasi gejala yang terlihat pada Omicron sama dengan varian SARS-CoV-2 lainnya,” katanya. “Tampaknya cukup penting bahwa orang yang terkena varian yang sama mungkin mengalami gejala yang sangat berbeda. Ada yang hidungnya tersumbat, ada yang sakit kepala, kadang sakit badan, dan ada yang sakit tenggorokan.”

Namun, dia mencatat, “infeksi paru-paru yang serius tampaknya lebih kecil kemungkinannya dengan Omicron dibandingkan dengan varian sebelumnya.”

Itu mungkin karena, tidak seperti varian lain, Omicron lebih suka menginfeksi saluran pernapasan bagian atas. Ini mungkin juga mengapa tampaknya menyebabkan gejala yang lebih ringan, menurut Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud.

“Kami melihat semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Tidak seperti yang lain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah , ”katanya, meskipun memperingatkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Metaverse baru saja dimulai: Inilah yang perlu Anda ketahui

Metaverse baru saja dimulai: Inilah yang perlu Anda ketahui

Anda mungkin sudah banyak mendengar tentang metaverse baru-baru ini.

Awal pekan ini,  Microsoft  baru-baru ini mengatakan akan membeli ActivisionBlizzard seharga  $69 miliar , menjelaskan kesepakatan itu adalah bagian dari ekspansi ke metaverse. Tahun lalu,  Facebook mengubah namanya menjadi Meta , sebuah anggukan pada ambisi jejaring sosial untuk menjadi penggerak utama dalam langkah selanjutnya di internet. Rec Room dan game pembangunan dunia , seperti Roblox dan Minecraft, semuanya terlibat dalam diskusi tentang apa itu metaverse.

Metaverse bukanlah ide baru. Istilah tersebut sudah beredar  selama puluhan tahun. Realitas virtual, augmented reality, dan komputasi 3D – konsep teknologi di baliknya – masih lebih tua. Ledakan minat saat ini hanyalah puncak terbaru dalam dorongan selama bertahun-tahun untuk membuat kemajuan ini berguna bagi semua orang.

Apa yang berubah adalah pergeseran pemahaman, keyakinan bahwa internet perlu ditata ulang. Seberapa jauh perubahan itu akhirnya menjadi adalah tebakan siapa pun. Bagaimanapun, peta jalan untuk metaverse setengah beraspal. Tidak jelas itu akan selesai seperti yang dijanjikan.

Yang pasti, jika ada uang yang dihasilkan, perusahaan besar akan terlibat. Selain  Microsoft  dan Meta, Qualcomm , Nvidia , Valve, Epic, HTC , dan Apple semuanya memimpikan cara baru untuk terhubung secara online. Tidak jelas apakah proyek-proyek ini akan berdiri sendiri atau saling berhubungan. Yang jelas: Anda akan mendengar lebih banyak tentang metaverse di tahun-tahun mendatang. 

Apa itu metaverse?

Tidak memuaskan, metaverse adalah konsep yang licin. Sebuah evolusi internet, sering digambarkan sebagai ruang online di mana orang dapat bersosialisasi, bekerja, dan bermain sebagai avatar. Ruang-ruang itu digunakan bersama dan selalu tersedia; mereka tidak hilang setelah Anda selesai menggunakannya, seperti panggilan Zoom. Deskripsinya sangat luas sehingga banyak orang mengatakan bahwa metaverse sudah ada di dunia digital Roblox, Minecraft, dan Fortnite , yang memungkinkan pemain berkumpul di lingkungan 2D. Second Life, platform sosial dan game berusia hampir dua dekade, adalah metaverse OG. ( Ini sedang dirubah .)

Bos Facebook Mark Zuckerberg , CEO Microsoft Satya Nadella , dan pendukung lainnya melihat pengalaman yang lebih mendalam dan mendalam yang menggabungkan sejumlah teknologi yang ada, seperti headset VR, perangkat seluler, komputer pribadi, dan server yang terhubung ke cloud. Para futuris ini membayangkan perkembangan dunia virtual 3D, yang mungkin Anda masuki sambil mengenakan headset atau kacamata AR . Tidak ada kesepakatan bahwa Anda memerlukan VR atau AR untuk mencapai metaverse, tetapi keduanya berjalan beriringan. Itu menunjukkan headset ini akan kompatibel dengan apa pun yang ditawarkan. Gelombang baru VR dan headset realitas campuran diharapkan tahun ini dari Meta, Sony, Apple, dan mungkin lainnya.

Satu tema umum: Metaverse akan menjadi dunia virtual yang paralel dengan kehidupan IRL kita. Lingkungan digital, taman, dan klub akan bermunculan, mungkin di satu dunia virtual atau tersebar di banyak dunia. Beberapa orang melihat metaverse yang tumpang tindih dengan dunia fisik dan mencakup overlay AR. Investor sudah memercik  di sebidang tanah virtual. Barbados telah mengindikasikan menginginkan sebuah kedutaan di metaverse, menggarisbawahi cap yang telah dihasilkan konsep tersebut. 

Penentang skeptis  bahwa metaverse akan menjadi semua yang disarankan Zuck dan yang lainnya. Banyak yang menunjuk ke  headset rumit yang akan dibutuhkan untuk mengakses bagian paling menarik dari metaverse. Mereka berpendapat bahwa Big Tech belum menemukan cara untuk mengekang ujaran kebencian, informasi yang salah, dan intimidasi yang sudah ada di web. Menangani masalah-masalah itu di lingkungan yang bahkan lebih bebas akan menjadi sesuatu yang menakutkan, kata mereka.

Akankah ada satu metaverse? Atau banyak metaverse?

Itu masih harus dilihat. Tidak ada standar untuk metaverse dan banyak perusahaan berteriak-teriak untuk meletakkan dasar yang akan diikuti orang lain. Facebook, Microsoft, Sony , Epic Games, dan sekelompok perusahaan kecil semuanya mengerjakan proyek dengan harapan meraih keuntungan penggerak pertama. Tidak jelas apakah headset VR satu perusahaan akan kompatibel dengan dunia multipemain ekspansif perusahaan lain atau grafis berbasis cloud. Sebagian besar perusahaan menjanjikan metaverse yang memungkinkan perusahaan lain masuk. Tapi itu mengharuskan mereka untuk menyepakati bagaimana mereka bekerja sama.

Meta, yang berencana menghabiskan $10 miliar untuk proyek metaverse-nya tahun ini, mengatakan interoperabilitas sangat penting. Jika Anda memiliki avatar di Facebook, Anda harus dapat menggunakannya di platform Microsoft. Itu menunjukkan metaverse tunggal. Coba pindahkan skin yang Anda beli di Fortnite ke platform lain dan Anda akan segera menemukan add-on tersebut macet di game battle royale. 

Visi layanan pendukung metaverse tunggal dari banyak perusahaan yang berbeda mengingatkan pada cita-cita utopis internet awal. Namun, ketika para pionir awal mengetahui berapa banyak uang yang dapat dihasilkan secara online, semua taruhan dibatalkan. Kemungkinan akan sama dengan metaverse. Jika Zuck dan yang lainnya benar, terlalu banyak uang akan dipertaruhkan bagi perusahaan untuk memungkinkan pelanggan mengambil dan pindah. 

Tebakan terbaik kami – dan ini hanya tebakan – adalah bahwa metaverse akan dimulai sebagai platform yang bersaing, masing-masing mengklaim sebagai metaverse . Pikirkan lingkungan yang terlihat seperti hari-hari awal pesan instan, ketika layanan terfragmentasi. Namun, seiring waktu, standar akan muncul, dan pada akhirnya para pemain besar akan menggunakan teknologi yang kompatibel, berkembang menjadi sesuatu yang menyerupai protokol email. Internet secara luas bekerja seperti itu sekarang dengan pertempuran antara protokol yang disepakati dan standar kepemilikan, konten dari sejumlah perusahaan dan ekosistem perangkat lunak yang bersaing.

Akan seperti apa di metaverse?

Ide di balik Metaverse yang mewah – yang membutuhkan headset – adalah dunia digital 360 derajat yang imersif. Anda akan memiliki avatar Anda sendiri, yang dapat Anda rancang, dan Anda akan memiliki aset digital, yang judulnya kemungkinan akan direkam di blockchain. Beberapa orang berpikir Anda akan membeli sebidang tanah digital dan membangun rumah online, di mana Anda dapat menghibur teman-teman Anda (atau setidaknya avatar mereka). 

Itu mungkin terdengar fantastis atau tidak masuk akal, tetapi taruhan pada nilai tanah digital sudah dimulai. Tokens.com, sebuah perusahaan Kanada, menghabiskan hampir $2,5 juta untuk properti virtual di Decentraland , platform dunia 3D yang merupakan keturunan spiritual Geocities atau Second Life. (Pembelian di Decentraland dilakukan dengan token blockchain ethereum.) 

Orang lain melihat pengalaman yang lebih cair. Versi pengalaman metaverse yang lebih sederhana, seperti Roblox atau Fortnite, sudah tersedia. Game-game itu tidak begitu imersif seperti yang dibicarakan Zuck metaverse, tetapi mereka menawarkan pengertian yang masuk akal tentang apa yang sedang direncanakan.

Semua hal yang sudah kita lakukan di internet menunjukkan bagaimana metaverse bisa tumbuh. Ini akan menjadi sedikit permainan, beberapa telepresence Zoom, percikan VR dan AR, dan banyak media sosial. Harapkan banyak upaya untuk menyatukan semuanya sehingga menyenangkan atau bermanfaat. 

Peralatan seperti apa yang saya perlukan untuk memasuki metaverse?

Itu tergantung di mana Anda ingin pergi. Facebook ingin Anda membeli salah satu headset Oculus Quest 2 VR-nya. Itu akan membuat Anda kembali $ 300, meskipun perangkat kerasnya mandiri dan tidak memerlukan PC atau konsol game untuk digunakan. Ada juga sejumlah pembuat headset VR lainnya : Valve, HTC, HP dan Sony, yang perlengkapannya bekerja dengan PC atau PlayStation 4/5. Harapkan lebih banyak headset, beberapa di antaranya mungkin mulai terhubung dengan ponsel , pada akhir tahun.

Beberapa perusahaan lain – Microsoft dan Magic Leap, untuk menyebut pasangan – membuat headset AR, yang melapisi informasi digital di atas dunia nyata dan cenderung jauh lebih mahal. Qualcomm dan perusahaan lain sedang mengembangkan metode kacamata AR untuk bekerja dengan ponsel , meskipun sebagian besar aplikasi sejauh ini tetap eksperimental atau berfokus pada bisnis. Kacamata AR prototipe Snap , atau kacamata seperti Nreal Light , menunjukkan berapa banyak pekerjaan yang masih diperlukan untuk menjadikannya pembelian yang bahkan Anda pertimbangkan.

Anda juga dapat memasukkan metaverse yang ada, seperti Roblox dan Minecraft, dari komputer, tablet, atau ponsel Anda. Ini bukan pengalaman 360 derajat, tetapi popularitas platform ini berbicara tentang daya tarik mereka.

Dari mana asal metaverse?

Neal Stephenson menciptakan istilah dalam Snow Crash, sebuah novel tahun 1992 di mana karakter utama, seorang sopir pengiriman pizza, nongkrong di dunia fantasi virtual online. Idenya mendapat pembaruan di Ready Player One 2011, sebuah novel di mana orang-orang berkumpul di metaverse Oasis, yang mengilhami peluncuran Oculus Rift Facebook .

Di luar fiksi, Linden Lab menciptakan Second Life , dunia virtual yang diluncurkan pada tahun 2003 dan menarik perusahaan mobil, label rekaman, dan pembuat komputer untuk membuka pos terdepan digital. (CNET juga hadir di Second Life.) Setelah heboh, popularitas Second Life perlahan memudar, meskipun masih aktif. 

Game seperti Minecraft, Roblox, dan Fortnite juga telah digambarkan sebagai metaverse. Fortnite telah menyelenggarakan konser, termasuk pertunjukan oleh rapper Travis Scott dan bintang pop Ariana Grande , yang menarik perhatian pada shoot 'em up yang sudah populer. Seri Soundwave Fortnite bersifat internasional dan mencakup musisi dari Mesir, Mali, dan Jepang. Ketiga permainan memungkinkan pemain untuk menciptakan dunia, landasan konsep metaverse.

Dua tahun pandemi telah mendorong kami untuk mendefinisikan kembali "virtual." Belum ada yang menyempurnakan seperti apa masa depan. Tetapi pemikiran ulang tentang apa artinya berkumpul secara virtual dan dalam skala besar sedang berlangsung. Dan banyak orang ingin mendefinisikannya. 


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik